Assalamualaikum wr. wb.

Alhamdulillah sudah dua bulan sejak kembali ke tanah air, kemarin atas ijin dan rahmat Allah SWT kami rombongan berjumlah 12 orang berangkat ke tanah suci Makkah untuk umroh. Sebuah pengalaman spiritual yang sangat mengesankan dan penuh kenangan.

Sepantasnya kita bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah diberikan kepada kita sekalian, nikmat iman dan kesempatan. Inilah sepenggal kisah perjalanan kami menuju Baitullah dengan biaya yang sangat “tidak masuk akal”.

Awal mulanya ketika kami sedang dalam sebuah proyek kecil pemasangan cctv di sebuah rumah klien kami, kebetulan beliau adalah pengurus perjalanan ibadah haji dan umroh di lombok. Saat itu kami melihat beberapa jamaah sedang mengikuti manasik umroh, akhirnya saya bertanya kepada sang empunya rumah, kira kira ada tidak paket umroh yang murah di bulan Ramadhan. Dengan spontan beliau menjawad bahwa ada program umroh 1 bulan penuh dengan biaya sekitar 950 USD, (Rp. 14.000.000) tidak termasuk makan dan hotel hanya disiapkan 1 kamar untuk 8 orang untuk menaruh barang saja. Saya waktu itu langsung kaget dan wah ini sangat menarik, lalu saya infokan ke teman mengenai hal tersebut.

Singkat kata kami pun mendaftar untuk paket tersebut dan memberitahukan kepada beberapa teman yang ingin ikut umroh. Tahapan pertama kami diminta untuk membuat passpor dan suntik imunisasi miningitis, kami segera ke imigrasi untuk urus Passpor, prosesnya sekitar 2 minggu passpor sudah siap (biaya 350.000). Kemudian suntik vaksin miningitis 1 hari langsung jadi biaya 150.000 dan dalam 3 minggu semua dah jadi… Passpor dan vaksin.

Hari berikutnya kami ke rumah pemilik travel menanyakan gimana status permohonan kami untuk umroh ternyata jawabannya mengecewakan karena kuotanya sudah penuh untuk bulan ramadhan.

Dengan perasaan kecewa kami kembali ke kantor dan mencaritau beberapa agent yang bisa mengupayakan umroh ramadhan dengan harga terjangkau.

Kami dapat info bahwa ada yang bisa memberangkatkan dengan biaya yang relatif murah dengan fasilitas yang lebih lengkap. Akhirnya kami menghubungi agent tersebut dan kami pun diberitahukan masih ada kuota umroh nya. Kami mendaftar dengan biaya pendaftaran 5 juta untuk pengurusan visa, setelah Visa MOfa kami diminta untuk melunasi pembayaran dengan total sekitar 21 juta rupiah dengan kurs 13rb per dolar.

Bismillah … kami lunasi semuanya… sambil menunggu visa kami sampai di lombok kami harap harap cemas karena sempat beredar kabar di televisi bahwa beberapa rombongan umroh tertunda dan terlantar di beberapa bandara.

Alhamdulillah satu hari sebelum keberangkatan Visa kami sampai di Lombok.

Kami sangat bersyukur akan bisa melaksanakan ibadah umroh ramadhan ini. Esok harinya kami berangkat menuju Bandara International Lombok (BIL). Dengan pesawat Air Asia kami akan memulai perjalanan dari BIL ke Kuala Lumpur Malaysia.

Penerbangan berjalan mulus, tidak ada delay dan mendarat dengan selamat di bandara KLIA 2 Malaysia. Proses Bagasi kami juga sangat cepat dan bisa keliling kota Kuala Lumpur beberapa jam, (baca pengalaman berbuka puasa di Masjid Jamek Kuala Lumpur).

Pukul 2.30 waktu kuala lumpur kami bertolak ke Jeddah dengan Pesawat Airbus A330 yang memakan waktu hampir 8 jam.

Penerbangan AirAsia termasuk yang kelas Ekonomi sehingga tidak ada fasilitas entertainment di dalam pesawat seperti, TV, Music, Headphone, Selimut (harus sewa 10 ringgit). Namun tetap nyaman untuk kelas backpacker…

Pukul 06.45 waktu Jeddah kami mendarat dengan mulus dan masuk ke area airport untuk pemeriksaan dokumen. Prosesnya lumayan lama sekitar 3 jam baru bisa keluar airport.

Di luar kami sudah di tunggu oleh driver yang akan mengantar ke Madinah Al Munawwarah.

Alhamdulillah hotel kami dekat sekali dengan masjid Nabawi sehingga sangat memudahkan bila ingin ke masjid. Cuaca yg cukup panas tidak menyurutkan semangat kami untuk memperbanyak ibadah di Madinah.